Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
1. Pendahuluan
Pendidikan di Indonesia masih menghadapi tantangan, seperti rendahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), serta ketimpangan kualitas pendidikan. Hasil PISA 2022 menunjukkan mayoritas siswa Indonesia hanya mampu menjawab soal pada level rendah. Maka, diperlukan transformasi pendidikan melalui Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang bertujuan membentuk pembelajar aktif, reflektif, dan holistik guna menyongsong bonus demografi 2035 dan visi Indonesia 2045.
2. Pengertian Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Pembelajaran Mendalam adalah pendekatan yang menekankan pengalaman belajar yang:
-
Berkesadaran: siswa sadar akan tujuan dan strategi belajarnya.
-
Bermakna: materi terasa relevan dan berguna dalam kehidupan nyata.
-
Menggembirakan: proses belajar menyenangkan, menantang, dan membangun keterlibatan emosional.
Prinsip ini dijalankan secara holistik melalui:
-
Olah pikir (asah kognitif),
-
Olah hati (nilai & moral),
-
Olah rasa (estetika & empati),
-
Olah raga (kesehatan fisik & karakter).
3. Kerangka Pembelajaran Mendalam
Kerangka pembelajaran mendalam terdiri dari 4 pilar utama:
-
Dimensi Profil Lulusan: mencakup 8 dimensi keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, kewargaan, kreativitas, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi
-
Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan.
-
Pengalaman Belajar: terbagi menjadi tiga tahap:
-
Memahami: membangun pengetahuan dari berbagai konteks,
-
Mengaplikasi: menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata,
-
Merefleksi: mengevaluasi dan mengelola proses belajar.
-
-
Kerangka Pembelajaran:
-
Praktik pedagogis: Pembelajaran Berbasis Inkuiri, Pembelajaran Berbasis Proyek, Pembelajaran Berbasis Masalah,Pembelajaran Kolaboratif, Pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematic), Pembelajaran Berdiferensiasi, dan sebagainya.
-
Kemitraan pembelajaran (kolaborasi guru, siswa, orang tua, masyarakat),
-
Lingkungan pembelajaran : fisik ( ruang kelas, laboratorium, ruang konseling, lingkungan sekolah, perpustakaan, lingkungan/alam sekitar, ruang seni, ruang praktik keterampilan, ruang ibadah, aula/auditorium, museum, dan lainnya) , virtual ( desain pembelajaran daring, platform pembelajaran daring/hybrid, dan
penilaian daring, dan lainnya), budaya belajar ( aman, nyaman, dan saling memuliakan untuk pembelajaran yang kondusif, interaktif, dan memotivasi peserta didik bereksplorasi, berekspresi, dan kolaborasi), -
Pemanfaatan teknologi digital (alat bantu perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen). contoh:
Perencanaan Pembelajaran: merancang dan mengelola kelas digital, manajemen perencanaan pembelajaran berbasis proyek), desain bahan ajar visual dan infografis, pembuatan konten interaktif seperti kuis dan simulasi, pemanfaatan kecerdasan artifisial, serta aplikasi desain instruksional, dan perencanaan pembelajaran lainnya.
Pelaksanaan Pembelajaran: pembelajaran sinkronus, kolaborasi daring, pembelajaran asinkronus, laman sumber belajar, perpustakaan digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial, video edukasi, multimedia Interaktif, simulasi dan animasi, gamifikasi dan kuis, serta sumber lainnya.
Asesmen Pembelajaran: pembuatan tes otomatis, evaluasi orisinalitas dan kualitas tulisan, tes formatif berbasis interaktif, pemanfaatan kecerdasan artifisial, pengelolaan portofolio digital, dan sebagainya.
-
4. Implementasi Pembelajaran Mendalam
Implementasi Pembelajaran Mendalam meliputi:
A. Perencanaan
-
Menyusun tujuan dan capaian pembelajaran,
-
Merancang aktivitas belajar berdasarkan prinsip pembelajaran mendalam,
-
Menentukan dimensi profil lulusan dan mitra yang terlibat,
-
Menyusun asesmen sejak awal, proses, hingga akhir.
B. Pelaksanaan
-
Kegiatan belajar disesuaikan dengan konteks nyata siswa,
-
Prinsip pembelajaran mendalam (berkesadaran, bermakna, menggembirakan) diterapkan secara fleksibel,
-
Model pembelajaran yang digunakan seperti inkuiri, proyek, kolaboratif,
-
Melibatkan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga.


C. Asesmen
-
Menggunakan 3 pendekatan asesmen:
-
Assessment as learning (refleksi & penilaian diri),
-
Assessment for learning (umpan balik),
-
Assessment of learning (hasil belajar).
-
-
Instrumen: observasi, jurnal refleksi, proyek, kuis, tes lisan/tulisan, dll.
Sumber: Tim Pengembang Pembelajaran Mendalam. 2025. Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Puskurjar. (kurikulum@kemdikbud.go.id)
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Matsama MI Al Fattah Darussalam
Apa Itu MATSAMA? MATSAMA adalah singkatan dari Masa Ta’aruf Siswa Madrasah, yaitu kegiatan pengenalan lingkungan, nilai, tata tertib, serta kebudayaan madrasah kepada siswa baru
Matsama MI Al Fattah Darussalam
Apa Itu MATSAMA? MATSAMA adalah singkatan dari Masa Ta’aruf Siswa Madrasah, yaitu kegiatan pengenalan lingkungan, nilai, tata tertib, serta kebudayaan madrasah kepada siswa baru
Muharram
Makna dan Keutamaan Hari Asyura dalam Islam Oleh: MI Al Fattah Darussalam Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram (suci) dalam Islam. Di dalamnya terdapat sebuah ha
PENGUMUMAN LAPORAN HASIL TES (PPDB)
PENGUMUMAN LAPORAN HASIL TES PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Segala puji bagi Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik,
Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2025/22026
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Alhamdulillah, Madrasah Ibtidaiyah Al Fattah Darussalam telah melaksanakan kegiatan Tes Penerimaan Peserta Didik Ba
Telaah Bedah Kurikulum
✅ Pengertian Bedah Kurikulum Bedah Kurikulum adalah kegiatan menganalisis, memahami, dan menguraikan komponen-komponen dalam dokumen kurikulum untuk mengetahui keterkaitan antara cap
